You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakpus Cek Produk Pangan di Dua Pusat Perbelanjaan
photo Humas Jakarta Pusat - Beritajakarta.id

Pemkot Jakpus Cek Produk Pangan di Dua Pusat Perbelanjaan

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek produk pangan di dua pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Gambir dan Kemayoran.

Saya sangat menyayangkan adanya temuan ini

Wali kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menuturkan, dari hasil sidak ini masih ditemukan adanya produk pangan yang sudah tidak layak konsumsi namun masih diperdagangkan.

"Saya sangat menyayangkan adanya temuan ini," kata Mangara, usai memimpin sidak, Kamis (21/12).

Sudin KPKP Jakpus Temukan Produk PAH Tak Layak Konsumsi

Sementara, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat, Bayu Sari Hastuti mengungkapkan, untuk pusat perbelanjaan di kawasan Kemayoran berhasil ditemukan empat kilogram telur, tujuh kilogram kue kemasan, enam koma tujuh kilogram ikan, satu botol sirup dan satu bakso kemasan yang sudah tidak layak konsumsi.

Kemudian, dari pusat perbelanjaan di kawasan Gambir berhasil didapati empat kilogram telur, 1,5 kilogram mie curah, lima kilogram rengginang.

"Seluruh temuan itu selanjutnya kami musnahkan. Pasalnya, produk pangan tersebut sudah kedaluwarsa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye10089 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1311 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1226 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1194 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye957 personBudhi Firmansyah Surapati